Dipublish 01 Oktober 2026 10:00 WIB
58
Tim Puskesmas Remu turun langsung ke lapangan dalam kegiatan pembagian masker gratis di sejumlah titik sekitar wilayah kerja Puskesmas Remu.
SORONG, PAPUA BARAT DAYA — Udara bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi kesehatan manusia. Namun, ketika kualitas udara menurun akibat asap, debu, kebakaran hutan dan lahan, maupun sumber pencemaran lainnya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko kesehatan.
Salah satu polutan yang perlu diperhatikan adalah Particulate Matter (PM)2.5, yaitu partikel udara berukuran sangat kecil yang dapat terhirup dan masuk jauh ke dalam saluran pernapasan hingga mencapai paru-paru.
Semakin buruk kualitas udara dan semakin lama seseorang terpapar, semakin besar pula potensi munculnya gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan dan kardiovaskular.
PM2.5 adalah partikel udara dengan diameter sekitar 2,5 mikrometer atau lebih kecil. Karena ukurannya sangat kecil, partikel ini dapat masuk lebih dalam ke sistem pernapasan dibandingkan partikel yang lebih besar.
Paparan PM2.5 dapat berasal dari berbagai sumber, antara lain asap kendaraan bermotor, pembakaran sampah, asap rokok, aktivitas industri, serta asap kebakaran hutan dan lahan.
Dalam kondisi kabut asap, konsentrasi partikulat di udara dapat meningkat sehingga masyarakat yang berada di luar ruangan berpotensi mengalami paparan yang lebih tinggi.
Dampak yang paling mudah dirasakan ketika kualitas udara memburuk adalah gangguan pada saluran pernapasan.
Masyarakat dapat mengalami:
Batuk;
Tenggorokan terasa gatal atau sakit;
Hidung berair atau tersumbat;
Sesak napas;
Napas berbunyi;
Mata terasa perih atau berair;
Dada terasa tidak nyaman.
Pada sebagian orang, keluhan tersebut dapat muncul dalam waktu relatif singkat setelah terpapar udara yang tercemar.
Paparan udara yang tercemar dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan dan meningkatkan risiko gangguan pernapasan.
Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan yang perlu diwaspadai, terutama ketika masyarakat berada dalam kondisi lingkungan dengan kualitas udara yang buruk.
Anak-anak, lansia, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu perlu mendapatkan perhatian lebih karena dapat lebih rentan terhadap dampak pencemaran udara.
Bagi masyarakat yang telah memiliki penyakit pernapasan seperti Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) atau asma, udara yang tercemar dapat memperburuk gejala.
Paparan asap dan partikulat dapat menyebabkan batuk semakin sering, sesak napas, serta memperberat gangguan pernapasan.
Karena itu, penderita penyakit pernapasan sebaiknya lebih membatasi paparan udara luar ketika kualitas udara sedang buruk dan tetap mengikuti pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Dampak polusi udara tidak hanya terbatas pada paru-paru. Paparan partikulat halus juga berkaitan dengan gangguan pada sistem kardiovaskular.
Pada orang yang memiliki penyakit jantung atau faktor risiko kardiovaskular, kondisi udara yang buruk perlu menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah kesehatan.
Karena itu, menjaga kualitas udara merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Kualitas udara yang buruk juga dapat membuat tubuh terasa kurang nyaman. Batuk, sakit kepala, mata perih, tenggorokan terasa kering, dan sesak napas dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus, masyarakat dapat mengalami penurunan kenyamanan dan produktivitas dalam bekerja maupun beraktivitas.
Meskipun setiap orang dapat terdampak oleh kualitas udara yang buruk, beberapa kelompok membutuhkan perhatian lebih, antara lain:
Anak-anak
Sistem pernapasan anak masih berkembang sehingga perlu dilindungi dari paparan polusi udara.
Lansia
Kelompok lanjut usia, terutama yang memiliki penyakit kronis, perlu mengurangi paparan ketika kualitas udara memburuk.
Ibu hamil
Ibu hamil dianjurkan mengurangi paparan polusi dan mengikuti informasi kualitas udara dari sumber resmi.
Penderita asma dan PPOK
Kelompok ini perlu lebih berhati-hati karena polusi udara dapat memperburuk gejala pernapasan.
Penderita penyakit jantung
Paparan polusi udara juga perlu menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap sistem kardiovaskular.
Ketika kualitas udara memburuk, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk mengurangi paparan.
Gunakan masker yang sesuai ketika harus berada di luar ruangan, terutama di wilayah yang terdampak kabut asap atau polusi partikulat.
Masker yang memiliki kemampuan filtrasi partikulat lebih baik dapat memberikan perlindungan lebih dibandingkan masker kain biasa.
Apabila kondisi udara sedang buruk, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas yang tidak perlu di luar ruangan.
Aktivitas fisik berat di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi karena saat bernapas lebih cepat dan dalam, jumlah udara yang masuk ke paru-paru meningkat.
Masyarakat sebaiknya mengikuti informasi kualitas udara dan imbauan dari pemerintah maupun instansi terkait.
Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk menentukan apakah aktivitas di luar ruangan perlu dikurangi atau ditunda.
Ketika kualitas udara luar sedang buruk, hindari sumber pencemaran tambahan di dalam rumah, seperti asap rokok dan pembakaran sampah.
Pastikan lingkungan rumah tetap bersih dan nyaman serta lakukan pengelolaan ventilasi sesuai kondisi udara di luar.
Tetap konsumsi makanan bergizi, cukup minum, istirahat yang cukup, dan jangan mengabaikan gejala gangguan kesehatan yang muncul.
Bagi penderita penyakit kronis, obat rutin sebaiknya tetap digunakan sesuai petunjuk tenaga kesehatan.
Jangan mengabaikan gangguan pernapasan yang semakin berat.
Segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas berat, sulit bernapas, nyeri atau tekanan pada dada, penurunan kesadaran, atau kondisi kesehatan yang memburuk secara cepat.
Untuk keluhan yang lebih ringan tetapi menetap atau semakin berat, masyarakat dapat memeriksakan diri ke Puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Kualitas udara yang buruk merupakan persoalan lingkungan sekaligus persoalan kesehatan. Perlindungan terhadap masyarakat tidak hanya membutuhkan peran pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga kesadaran setiap individu.
Menggunakan masker, mengurangi paparan, menjaga kualitas udara di lingkungan tempat tinggal, serta segera mendapatkan pelayanan kesehatan ketika mengalami keluhan merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan bersama.
Udara yang bersih adalah bagian penting dari hidup sehat. Mari bersama-sama menjaga kesehatan pernapasan dan melindungi kelompok yang paling rentan terhadap dampak pencemaran udara.
Puskesmas Remu — Hadir Melayani, Peduli dan Melindungi Kesehatan Masyarakat.